NURILFMJAMBI.COM – Yayasan Nurul Ilmi sukses menggelar peringatan Hari Guru dengan penuh semarak. Acara ini dirancang sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi para guru dalam mendidik generasi berakhlak dan berpengetahuan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara bendera, yang diikuti oleh guru-guru dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Ilmi. Upacara ini menjadi simbol penghormatan kepada para pendidik yang telah berjasa besar dalam mencerdaskan bangsa.

Setelah upacara, perayaan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan menarik dan kreatif yang melibatkan guru, siswa, serta pihak yayasan. Di antaranya, guru-guru turut berpartisipasi dalam beragam lomba, seperti membaca puisi, menghafal Al-Qur’an, hingga lomba kompetensi. Lomba-lomba ini dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat dan kebersamaan di antara para pendidik. Sebagai bentuk apresiasi, yayasan juga memberikan penghargaan kepada para guru berupa hadiah menarik, seperti helm dan jaket, yang disambut dengan penuh antusias.

Di SMA IT Nurul Ilmi, peringatan Hari Guru juga diwarnai dengan kejutan istimewa dari siswa. Beberapa angkatan, seperti LKDSTO Kemudian Alterius dan Esperenza, memberikan kejutan khusus kepada guru-guru mereka, yang membuat suasana semakin emosional. “Saya merasa terharu dan berterima kasih atas perhatian luar biasa dari siswa-siswa kami,” ujar Deni Elsa, salah satu guru Bidang Studi Bahasa Indonesia di sekolah tersebut.

Perayaan ini juga menciptakan momen kebersamaan melalui lomba masak yang melibatkan para guru. Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Nurul Ilmi, Ustadz Jasrul, menyampaikan bahwa peringatan Hari Guru merupakan momentum penting untuk mengingatkan betapa besar peran guru, baik sebagai pendidik maupun pembimbing moral. “Profesi guru adalah pekerjaan mulia yang tidak hanya mendapatkan penghargaan di dunia, tetapi juga pahala di akhirat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Nurul Ilmi berharap dapat menginspirasi siswa untuk menghormati dan menghargai peran guru. Bahkan, para siswa didorong untuk menjadikan profesi guru sebagai cita-cita, mengingat besar dan mulianya jasa para pendidik dalam membangun masa depan bangsa.
